DATA DAN JENIS DATA PENELITIAN

Aktivitas penelitian tidak akan terlepas dari keberadaan data yang merupakan bahan baku informasi untuk memberikan gambaran spesifik mengenai obyek penelitian. Data adalah fakta empirik yang dikumpulkan oleh peneliti untuk kepentingan memecahkan masalah atau menjawab perta- nyaan penelitian. Data penelitian dapat berasal dari berbagai sumber yang   dikumpulkan dengan menggunakan berbagai teknik selama kegiatan pene- litian berlangsung.

A.     Data Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya, data penelitian dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu data primer dan data sekunder.

  1. Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung. Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus (focus grup discussion – FGD) dan penyebaran kuesioner.
  2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.

Pemahaman terhadap kedua jenis data di atas diperlukan sebagai landasan dalam menentukan teknik serta langkah-langkah pengumpulan data penelitian.

B. Data Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, data penelitian dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu data kualitatif (yang berbentuk kata-kata/kalimat) dan data kuantitatif (yang berbentuk angka). Data kuantitatif dapat dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkannya yaitu data diskrit dan data kontinum. Berdasarkan sifatnya, data kuantitatif terdiri atas data nominal, data ordinal, data interval dan data rasio.

1.      Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.

2.       Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika. Berdasarkan proses atau cara untuk mendapatkannya, data kuantitatif dapat dikelompokkan dalam dua bentuk yaitu sebagai berikut:

  1. Data diskrit adalah data dalam bentuk angka (bilangan) yang diperoleh dengan cara membilang. Contoh data diskrit misalnya:

1)      Jumlah Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan XXX sebanyak 20.

2)      Jumlah siswa laki-laki di SD YYY sebanyak 67 orang.

3)      Jumlah penduduk di Kabupaten ZZZ sebanyak 246.867 orang.

Karena diperoleh dengan cara membilang, data diskrit akan berbentuk bilangan bulat (bukan bilangan pecahan).

  1. Data kontinum adalah data dalam bentuk angka/bilangan yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran. Data kontinum dapat berbentuk bilangan bulat atau pecahan tergantung jenis skala pengukuran yang digunakan. Contoh data kontinum misalnya:

1)      Tinggi badan Budi adalah 150,5 centimeter.

2)      IQ Budi adalah 120.

3)      Suhu udara di ruang kelas 24o Celcius.

Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data kuantitatif dapat dikelompokan dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda yaitu:

  1. Data nominal atau sering disebut juga data kategori yaitu data yang diperoleh melalui pengelompokkan obyek berdasarkan kategori tertentu.  Perbedaan kategori obyek hanya menunjukan perbedaan kualitatif. Walaupun data nominal dapat dinyatakan dalam bentuk angka, namun angka tersebut tidak memiliki urutan atau makna matematis sehingga tidak dapat dibandingkan. Logika perbandingan “>” dan “<” tidak dapat digunakan untuk menganalisis data nominal. Operasi matematika seperti penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), atau pembagian (:) juga tidak dapat diterapkan dalam analisis data nominal. Contoh data nominal antara lain:
  • Jenis kelamin yang terdiri dari dua kategori yaitu:

(1)  Laki-laki

(2)  Perempuan

Angka (1) untuk laki-laki dan angka (2) untuk perempuan hanya merupakan simbol yang digunakan untuk membedakan dua kategori jenis kelamin. Angka-angka tersebut tidak memiliki makna kuantitatif, artinya angka (2) pada data di atas tidak berarti lebih besar dari angka (1), karena laki-laki tidak memiliki makna lebih besar dari perempuan. Terhadap kedua data (angka) tersebut tidak dapat dilakukan operasi matematika (+, -, x, : ). Misalnya (1) = laki-laki, (2) = perempuan, maka (1) + (2) ≠ (3), karena tidak ada kategori (3) yang merupakan hasil penjumlahan (1) dan (2).

  • Status pernikahan yang terdiri dari tiga kategori yaitu: (1) Belum menikah, (2) Menikah, (3) Janda/ Duda. Data tersebut memiliki sifat-sifat yang sama dengan data tentang jenis kelamin.
  1. Data ordinal adalah data yang berasal dari suatu objek atau kategori yang telah disusun secara berjenjang menurut besarnya. Setiap data ordinal memiliki tingkatan tertentu yang dapat diurutkan mulai dari yang terendah sampai tertinggi atau sebaliknya. Namun demikian, jarak atau rentang antar jenjang yang tidak harus sama. Dibandingkan dengan data nominal, data ordinal memiliki sifat berbeda dalam hal urutan. Terhadap data ordinal berlaku perbandingan dengan menggunakan fungsi pembeda yaitu  “>” dan “<”. Walaupun data ordinal dapat disusun dalam suatu urutan, namun belum dapat dilakukan operasi matematika ( +, – , x , : ). Contoh jenis data ordinal antara lain:
  • Tingkat pendidikan yang disusun dalam urutan sebagai berikut:

(1)  Taman Kanak-kanak (TK)

(2)  Sekolah Dasar (SD)

(3)  Sekolah Menengah Pertama (SMP)

(4)  Sekolah Menengah Atas (SMA)

(5)  Diploma

(6)  Sarjana

Analisis terhadap urutan data di atas menunjukkan bahwa SD memiliki tingkatan lebih tinggi dibandingkan dengan TK dan lebih rendah dibandingkan dengan SMP. Namun demikian, data tersebut tidak dapat dijumlahkan, misalnya SD (2) + SMP (3) ≠ (5) Diploma. Dalam hal ini, operasi  matematika ( + , – , x, : ) tidak berlaku untuk data ordinal.

  • Peringkat (ranking) siswa dalam satu kelas yang menunjukkan urutan prestasi belajar tertinggi sampai terendah. Siswa pada peringkat (1) memiliki prestasi belajar lebih tinggi dari pada siswa peringkat (2).
  1. Data Interval adalah data hasil pengukuran yang dapat diurutkan atas dasar kriteria tertentu serta menunjukan semua sifat yang dimiliki oleh data ordinal. Kelebihan sifat data interval dibandingkan dengan data ordinal adalah memiliki sifat kesamaan jarak (equality interval) atau memiliki rentang yang sama antara data yang telah diurutkan. Karena kesamaan jarak tersebut, terhadap data interval dapat dilakukan operasi matematika penjumlahan dan pengurangan ( +, – ). Namun demikian masih terdapat satu sifat yang belum dimiliki yaitu tidak adanya angka Nol mutlak pada data interval. Berikut dikemukakan tiga contoh data interval, antara lain:

1)  Hasil pengukuran suhu (temperatur) menggunakan termometer yang dinyatakan dalam ukuran derajat. Rentang temperatur antara 00 Celcius sampai  10 Celcius memiliki jarak yang sama dengan 10 Celcius sampai  20 Celcius. Oleh karena itu berlaku operasi matematik ( +, – ), misalnya 150 Celcius + 150 Celcius = 300 Celcius. Namun demikian tidak dapat dinyatakan bahwa benda yang bersuhu 150 Celcius memiliki ukuran panas separuhnya dari benda yang bersuhu 300 Celcius. Demikian juga, tidak dapat dikatakan bahwa benda dengan suhu 00 Celcius tidak memiliki suhu sama sekali. Angka 00 Celcius memiliki sifat relatif (tidak mutlak). Artinya, jika diukur dengan menggunakan Termometer Fahrenheit diperoleh 00 Celcius = 320 Fahrenheit.

2)  Kecerdasaran intelektual yang dinyatakan dalam IQ. Rentang IQ 100 sampai  110 memiliki jarak yang sama dengan 110 sampai  120. Namun demikian tidak dapat dinyatakan orang yang memiliki IQ 150 tingkat kecerdasannya 1,5 kali dari urang yang memiliki IQ 100.

3)  Didasari oleh asumsi yang kuat, skor tes prestasi belajar (misalnya IPK mahasiswa dan hasil ujian siswa) dapat dikatakan sebagai data interval.

4)  Dalam banyak kegiatan penelitian, data skor yang diperoleh melalui kuesioner (misalnya skala sikap atau intensitas perilaku) sering dinyatakan sebagai data interval setelah alternatif jawabannya diberi skor yang ekuivalen (setara) dengan skala interval, misalnya:

Skor (5) untuk jawaban “Sangat Setuju”

Skor (4) untuk jawaban “Setuju”

Skor (3) untuk jawaban “Tidak Punya Pendapat”

Skor (2) untuk jawaban “Tidak Setuju”

Skor (1) untuk jawaban “Sangat Tidak Setuju”

Dalam pengolahannya, skor jawaban kuesioner diasumsikan memiliki sifat-sifat yang sama dengan data interval.

  1. Data rasio adalah data yang menghimpun semua sifat yang dimiliki oleh data nominal, data ordinal, serta data interval. Data rasio adalah data yang berbentuk angka dalam arti yang sesungguhnya karena dilengkapi dengan titik Nol absolut (mutlak) sehingga dapat diterapkannya semua bentuk operasi matematik ( + , – , x, : ). Sifat-sifat yang membedakan antara data rasio dengan jenis data lainnya (nominal, ordinal, dan interval) dapat dilihat dengan memperhatikan contoh berikut:

1)      Panjang suatu benda yang dinyatakan dalam ukuran meter adalah data rasio. Benda yang panjangnya 1 meter berbeda secara nyata dengan benda yang panjangnya 2 meter sehingga dapat dibuat kategori benda yang berukuran 1 meter dan 2 meter (sifat data nominal). Ukuran panjang benda dapat diurutkan mulai dari yang terpanjang sampai yang terpendek (sifat data ordinal). Perbedaan antara benda yang panjangnya 1 meter dengan 2 meter memiliki jarak yang sama dengan perbedaan antara benda yang panjangnya 2 meter dengan 3 (sifat data interval). Kelebihan sifat yang dimiliki data rasio ditunjukkan oleh dua hal yaitu: (1) Angka 0 meter menunjukkan nilai mutlak yang artinya tidak ada benda yang diukur; serta (2) Benda yang panjangnya 2 meter, 2 kali lebih panjang dibandingkan dengan benda yang panjangnya 1 meter yang menunjukkan berlakunya semua operasi matematik. Kedua hal tersebut tidak berlaku untuk jenis data nominal, data ordinal, ataupun data interval.

2)      Data hasil pengukuran berat suatu benda yang dinyatakan dalam gram memiliki semua sifat-sifat sebagai data interval. Benda yang beratnya 1 kg. berbeda secara nyata dengan benda yang beratnya 2 kg. Ukuran berat benda dapat diurutkan mulai dari yang terberat sampai yang terringan. Perbedaan antara benda yang beratnya 1 kg. dengan 2 kg memiliki rentang berat yang sama dengan perbedaan antara benda yang beratnya 2 kg. dengan 3 kg. Angka 0 kg. menunjukkan tidak ada benda (berat) yang diukur. Benda yang beratnya 2 kg., 2 kali lebih berat dibandingkan dengan benda yang beratnya 1 kg..

Pemahaman peneliti terhadap jenis-jenis data penelitian tersebut di atas bermanfaat untuk menentukan teknik analisis data yang akan digunakan. Terdapat sejumlah teknik analisis data yang harus dipilih oleh peneliti berdasarkan jenis datanya. Teknik analisis data kualitatif akan berbeda dengan teknik analisis data kuantitatif. Karena memiliki sifat yang berbeda, maka teknik analisis data nominal akan berbeda dengan teknik analisis data ordinal, data interval, dan data rasio.

About these ads

86 Komentar

  1. salam kenal pak, pak saya mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir saya mengalami kendala, kalau boleh bapak berkenan membantu saya, saya ingin menanyakan menganai jenis data. kebetulan saya melakukan penelitian dalam kajian pendidikan. yang ingin saya tanyakan adalah apakah nilai hasil belajar siswa itu termasuk jenis data ordinal?bagaimana dengan jumlah siswa yang ada pada suatu kelas apakah (misalkan) jumlah 33 orang pada kelas XI IPA 1 itu menunjukkan data nominal? dan satu lg yah pak, untuk kondisi yang seperti apa uji normalitas melalui kolmogorov-smirnov itu digunakan?trimakasih sebelemunya saya ucapkan atas kesedian bapak untuk menjawab

    • Salam kenal kembali… semoga lancar dalam penyusunan tugas-akhirnya. Ini pendapat saya tentang pertanyaan di atas:
      1) Hasil belajar siswa pada dasarnya adalah “hasil pengukuran” tingkat penguasaan siswa atau kemampuan atas materi yang dipelajari. Didasari oleh asumsi yang kuat, nilai hasil belajar dapat dikatakan sebagai data interval tapi dapat pula dibuat menjadi data ordinal; 2) Jumlah siswa dalam satu kelas diperoleh dengan cara membilang termasuk jenis data diskrit, sulit untuk dinyatakan sebagai data nominal karena ada perbedaan karakteristik antara data diskrit dengan data nominal. Hal ini akan menjadi lebih terang apabila data tersebut konteksnya sebagai variabel penelitian sudah jelas; 3) Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan sebagai uji persyaratan analisis bahwa data bersumber dari populasi yang berdistribusi normal. Hal ini dlakukan seblum kta melakukan uji hipotesis dengan mengguakan statistik parametrik.
      Ini baru pendapat saya dari beberapa referensi, mudah-mudahan membatu dalam menyelesaikan kendala dalam menyusun tugas akhir. Salam Pendidikan …!

  2. kok beda ya pak ama penjlasan dari dosen saya,,, kurang jelas perbedaan anatara data rasio dengan data interval…

    • Beda nya sebelah mana ya…..? untuk menghindari kesalahan pemahaman mari kita sharing lebih lanjut……

      • salam kenal dari saya…
        pak cahya….
        saya sdg menyusun skripsi.. dalam metode pengumpulan data saya menggunakan data sekunder. Kemudian terdapat koreksi, saya disuruh menambahkan jenis data sekundernya dan menyebutkan sumber2nya. apakah yg dimaksud data internal dan eksternal? mohon bimbingannya…
        terimakasih…. ^_^

  3. salam kenal pak dari saya….
    saya sekarang lagi nyusun skripsi,,, tapi masii kurang mengerti tentang jenis2 data..
    teknik pengolahan data dng menggunakan angket…
    yang ingin saya tanyakan.. apakah data angket yang menggunakan skala likert itu termauk data interval atau ordinal??? dan apakah data harus di konvertasikann…
    saya mohon penjelasan sepecatnya dari bapak,,
    sebelumnya saya ucapkan terima kasihh,,,,,

    • Salam kenal kembali….
      Semoga skripsinya cepet selesai….

      Q: Apakah data angket yang menggunakan skala likert itu termauk data interval atau ordinal???
      A: Tergantung pada asumsi yang mendasarinya (kadang-kadang tergantung selera pembimbing ….heheh), dapat dianggap sebagai ordinal atau interval. Sebagian peneliti menganggap “Likert” sebagai data ordinal. Sebagian lainnya mengaggap sebagai data “Interval”.

      Q: Apakah data harus di konvertasikann (konversi bukan konvertasi)??
      A: Jika kita menganggap “Likert” sebagai skala ordinal, dan akan meggunakan statistik parametrik untuk mengolahnya maka data harus dikonversi dulu. Tekniknya menggunakan metode MSI (Method Successive Interval).

      Sukses yahhhh

      Salam

  4. ass..salam kenal pak,,
    saya mahasiswa yg sedang nyusun skripsi, klo di bolehkan ingin bertanya tentang konversi data??apakah di bolehkan konversi data dari ordinal ke nominal?
    klo boleh, adakah rumus yg dipakai untuk konversi data tersebut?

    • Salam kenal kembali.
      Semoga Skripsinya capat selesai…
      Untuk kepentingan analisis tertentu, kita dapat memperkalukan data ordinal sebagai data nominal. Tetapi tidak untuk sebaliknya, data nominal tidak boleh diperlakukan sebagi data ordinal. Saya belum menemukan rumus untuk konversi data ordinal ke nominal. Ada juga Method Sucessive Interval (MSI) untuk konversi data interval ke rasio.

  5. salam kenal, pak saya mhs pend Fisika UNY. mau tanya kepada bapak, saya mau meneliti mengenai perbaikan miskonsepsi fisika siswa setelah saya beri treatment model pembelajaran tertentu. Data post test dan pre test mengenai konsep pelajaran fisika saya badingkan sejauh mana perbaikan miskonsepsi antara sebelum dan sesudah saya beri treatment. analisis data yang digunakan dengan menggunakan uji apa saja ya pak?

    • Salam kenal kembali….
      Sama donk… saya juga alumni Fisika, tapi bukan di Alumni UNY.

      Analisis data dalam penelitian tersebut, dapat digunakan uji-t untuk sampel berpasangan. Uji ini bertujuan untuk mengetahu “Apakah terperbedaan rata-rata antara skor pre-test dan skor post-test?” Kalo Hasil ujinya menunjukkan ada perbedaan dapat disimpulkan bahwa treatmen yang dilakukan berhasil memperbaiki miskonsepsi fisika siswa…

      Sukses ya kuliahnya…

      • Salam kenal kembali….
        Sama donk… saya juga alumni Fisika, tapi bukan di Alumni UNY.
        Analisis data dalam penelitian tersebut, dapat digunakan uji-t untuk sampel berpasangan. Uji ini bertujuan untuk mengetahu “Apakah terdapat (sorry salah ketik, sebelumnya tertrulis ter) perbedaan rata-rata antara skor pre-test dan skor post-test?” Kalo Hasil ujinya menunjukkan ada perbedaan (Postes > Pretes) dapat disimpulkan bahwa treatmen yang dilakukan berhasil memperbaiki miskonsepsi fisika siswa…
        Sukses ya kuliahnya…

  6. pak saya mau tanya,
    saya melakukan penelitian yang mengkaji tentang hubungan tingkat partisipasi dengan umur, luas lahan, pengalamn berusaha tani, pendidikan, pendapatan, motivasi, dan jarak lokasi tempat tinggal.
    tingkat partisipasi nilainya saya dapatkan dari hasil perhitungan dengan menggunankan skoring. tetapi saya msih bingung data yang saya gunakan termasuk data apa ya pak??
    sperti tingkat partisipasi, umur, luas lahan, pengalaman berusahatani, pendidikan, pendaptan, motivasi, dan jaraka lokasi tempat tinggal, kemudian uji yang baik untuk digunakan apa pak.
    terima kasih…

  7. pak sy mahasiswa kesehatan Masyarakat yg lagi buat proposal skripsi, judulnya hubungan tingkat kepuasan ibu hamil saat mendapat pelayanan antenatal care oleh tenaga kesehatan dengan pemilihan penolong persalinan, variabel bebasnya dari skala ordinal ( sangat puas, puas, tidak puas, sangat tidak puas ) di transfer ke nominal ( puas & tidak puas ) apa boleh ya pak? minta dasarnya / sumbernya dong> makasih

    • Sebelum saya coba menjawab pertanyaan di atas, saya ingin tahu dulu “ada berapa opsi untuk variabel pemilihan penolong persalinan?”

  8. assalamualikum pak,
    pak saya mahasisiwa yg lagi skripsi,
    pak saya manya tentang data penelitian yang mengguna kan skala ordinal (1=sangat tidak setuju,2=tidak setuju,3=netral,4=setuju,5=sangat setuju),
    apakah data yang didapat nantinya boleh dirata-ratakan pak?
    saya tunggu jawabanya sesegera mungkin
    makasih sebelumnya pak…

    • Waalaikumsalam ….

      Gini dech, jawanya ada 3:

      Pertama: kalo datanya diasumsikan sebagai data ordinal sebaiknya tidak dihitung rata-ratanya, tapi gunakan median untuk menjelaskan ukuran pemusatannya (central tendency).

      Kedua: Jika datanya diasumsikan sebagai data interval kita boleh mengitung ukuran pemusatannya (central tendency) menggunakan rata-rata.

      Ketiga: Kita dapat menghitung rata-rata sebagai ukuran pemusatannya (central tendency) setelah melakukan tranformasi dari data ordinal ke data interval. Caranya menggunakan “Method Successive Interval” alias MSI.

      Begitcu dech ….. mudah-mudahan bisa menginpirasi untuk penyelesian skripsinya.

      Salam…

  9. Pak, tanya!
    kalo saya punya data nominal dan data nominal. apakah keduanya bisa disusun menjadi penelitian korelasional? saya harus menggunakan metode seperti apa? terimakasih.

    • Dek, Jawab!
      Bisa; analisis korelasional untuk jenis data nominal dengan nominal digunakan teknik statistik koefisien kontingensi.

  10. siang pak,saya mau tanya.
    saya sedang skripsi,data yg diperoleh nominal dan nominal,uji analisis data yg digunakan apa ya pak? bisa pake uji t independent atau chi square? bedanya apa.
    makasii sebelumnya :)

  11. mau tanya pak crosstab itu apa dan fungsinya apa?
    trus kalau X nya data ordinal dan y nya data interval analisa datanya saya harus pake rumus apa yah pak?

  12. Aslam..pak..
    Sya pngen nanya
    mengapa data ordinal harus d konversi k data interval?
    Apakah tdak bsa data ordinal saja yg digunakan?mhon ptnjuk scepatya,trimkash

    • Data ordinal tidak “harus” selalu dikonversi ke data interval. Data ordinal bisa saja digunakan dalam pengujian hipotesis, tapi teknik statistik yang digunakannya berbeda.

  13. Pak tolong dibuatkan ringkasan misalnya uji t itu untuk apa, uji chi squer untuk apa. dll. terima kasih ya

  14. Pak saya mau nanya ,jika datanya ordinal,ketika uji asumsi apakah datanya msh ordinal apakah telah dirubah menjadi interval?Terima kasih

  15. Malam pak, saya mahasiswa kesehatan yg lagi buat proposal skripsi, judulnya Pengaruh distraksi audiovisual terhadap kecemasan dan rasa takut anak saat perawatan gigi.

    Mohon bantuan bapak memandu apa sudah benar yang saya dapatkan ini:

    Rancangan penelitian: penelitian eksperimental semu dengan desain Nonequivalent control group Post test-Only design.

    Tujuan penelitian: komparasi

    Variabel:
    - perlakuan pelayanan : diberi perlakuan (nominal) dan tidak diberi perlakuan (nominal)
    - rasa cemas dan takut (diukur dengan tekanan darah) (ratio)

    Skala data: semikuantitatif.
    Sampel: bebas/ tidak berpasangan

    Analisis data memakai Wilcoxon Mann Whitney test.

    Terima kasih sebelumnya..

  16. Salam kenal Pak Cahya..
    saya ingin menanyakan Pak, saya sedang meneliti tentang pengaruh pelatihan motivasi terhadap rasa optimis. jadi saya meneliti perbedaan antara anak2, baik sebelum dan sesudah mendapat pelatihan dan juga membandingkan antara yang mendapat pelatihan dan yang tidak.
    untuk penelitian ini, saya menyebar kuisioner kepada 30 orang, tetapi yang kembali adalah 24 orang.
    yang saya tanyakan:
    1. input data ke SPSS nya itu bagaimana ya Pak?
    2. analisis data lebih tepat memakai analisis apa?
    terimakasih

  17. Salam Kenal…

    Saya akan meneliti tentang faktor kesulitan belajar, rumus yang akan digunakan adalah rumus persentase…namun saya ingin membandingkan faktor kesulitan belajar pada kelas IX-A (Putra) dan IX-B (Putri), karena didapati bahwa sikap belajar di kelas dan hasil belajar mereka (dalam penelitian ini) pada mata pelajaran bahasa arab berbeda. kelas B lebih baik dari kelas A….

    Apakah perlu rumus utk melakukan perbandingan?jika perlu rumus apa itu?
    Apakah dengan penelitian semacam ini, tepat penggunaan rumus persentase untuk mengetahui besaran pengaruh setiap variabel faktor kesulitan belajar?

  18. salam kenal

    bagaimana perlakuan pada data 3 tahunan, apakah rata2 dari variable dari data tahun yang dipakai dalam analisisnya atau harus satu nper satu ?
    thank’s b4 ..

    • @FadhiL
      Salam Kenal Kembali.
      Menurut saya tergantung konteksnya, namun analisis satu per satu akan memberikan penjelasan yang komprehenshif dinadingkan dengan menggunakan rata-rata.

  19. pak Cahya yang baik…
    salam kenal..
    saya saat ini sedang penelitian dan bingung analisis yang tepat. Saya mengambil dari 2 sekolah yang saya anggap memiliki kesamaan, data dari 3 jenis responden, yaitu kepala sekolah dari 2 sekolah itu, total siswa kelas XII sebagai populasi target dari 2 sekolah itu dan total guru dari 2 sekolah itu. Data hasil wawancara kepsek saya skoring berdasarkan nilai 1 s/d 4, Untuk siswa saya ukur 3 aspek yaitu sikapnya (dg Likert 5 skala STS, TS, RR, S, SS) , partisipasinya (dg Likert 5 skala: Tdk pernah, jarang sekali, kadang2, sering, selalu), dan pengetahuannya (dg soal tes pengetahuan), untuk Guru saya memberi kuesioner dengan jawaban 5 pilihan yang berskala 1 s/d 5 tergantung konteks pertanyaannya. Yang ingin saya tanyakan:
    1. Bisakah data hasil wawancara kepala sekolah, hasil kuesioner siswa maupun guru tsb saya anggap sebagai data interval?saya masih bingung membedakan antara data interval dan ordinal.
    2. Data hasil tes pengetahuan termasuk data apa ya pak? Interval atau rasio?

    Terima kasih pak Cahya

    • Mbak.. Kritalinawati yang baik…
      Salam kenal juga

      Untuk bisa memberikan masukan secara spesifik terkait dengan penelitiannya, saya perlu mendapat informasi lebih lanjut tentang rumusan masalah dan tujuan penelitian tersebut.

      Sehubungan dengan 2 pertanyaan di atas, saya coba share pemahaman sbb:
      1) Data hasil wawancara pada umumya tidak disajikan dalam bentok skoring (kuantitatif) tapi disajikan dalam bentuk uraian naratif untuk memberikan penguatan terhadap hasil analisis data kuantitatif. Data kuesioner type tertutup (skala Likert) pada dasarnya adalah data ordinal namun dengan asumsi yang kuat dapat diperlakukan secara langsung sebagai data interval. Atau ditranformasi dari ordinal menjadi data interval menggunakan MSI (Metode Succesive Interval).

      2)Data hasil tes pengetahuan dapat diperlakukan sebagai data interval, tidak sebagai data rasio..

      JIka bermasud sharing lebih lanjut, saya dapat dihubungi melalui Inbox facebook atu melalui E-mail…

  20. Pembaca yang budiman, termakasih atas apresiasi Bapak/Ibu/Sdr./Sdri. terhadap tulisan saya. Saya mohon maaf, karena ada sedikit kesibukan, saya tidak sempat membalas semua pertanyaan atau merespon comment yang disampaikan antara bulan Mei 2011 s.d. Januari 2012.

  21. Salam kenal pak….
    Saya sedang menganalisa data menggunakan regresi.
    Tetapi data yang saya olah adalah berupa populasi bukan sample.
    Apakah harus tetap menggunakan uji asumsi klasik (karena sepengetahuan saya uji asumsi klasik itu digunakan untuk mengetahui apakah hasil mendekati populasi).
    Jika masih menggunakan asumsi klasik, maka uji apa saja yang harus dilakukan?
    Terimakasih atas jawabannya,

    Salam,
    Hety

  22. salam kenal pak, saya agak bingung antara Rp dgn %, masing2 termasuk jenis data apa ya?? kalau jenis datanya berbeda apakah data tersebut dapat di regresikan?

  23. salam kenal pak, saya mahasiswi yg sedang menyusun skripsi, saya mau nanya apakah jika satuan pengukuran antara variabel X dan Y berbeda(mis. % dengan Rp) tdk dapat d regresikan? dan termasuk jenis data apakah % & Rp tsb?

  24. pak saya mahasiswi yang baru menyusun skripsi,saya masih harus revisi yang data primer dan sekunder.tolong pak bisa bantu saya,macam datanya dari data primer dan sekunder itu apa aja ya?saya ambil tentang pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah bank…makasih pak

  25. Salam kenal pak Cahya, saya femi, terimakasih informasi nya pak, sangat membantu. Saat ini saya sedang melakukan penelitian bagaimana cara/teknik yang sesuai utk digunakan dalam analisis data, disini kasusunya terkait dengan riset pemasaran.. Begini pak, saya ingin bertanya, terkait dengan analisis data kuantitatif, untuk ke-4 tipe data itu harus menggunakan teknik yang mana ya pak untuk mendapatkan keputusan?
    jadi misalnya, di tahap pengumpulan data sudah terkumpul data-data yang memang dibutuhkan, dan jenis datanya diketahui data nominal misalnya. kemudian di tahap perhitungan, sebaiknya teknik/uji apa ya pak yang digunakan untuk menyelesaikannya? begitu juga dengan jenis data yg lain..bagaimana pemilihan teknik/uji perhitungan yang akan digunakan?

  26. saya ingin meneliti tentang pengaruh Sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP=X) terhadap keandalan (Y1) dan opini BPK ( Y2) pada laporan keuangan pemerintah daerah/kota. saya menggunakan data primer (kuisioner) untuk mengetahui hubungan antara SPIP dengan keandalan, sedangkan untuk hubungan keandalan dengan opini BPK saya menggunakan data sekunder berupa laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK di masing2 pemda tersebut. apakah bisa seperti itu ya pak?,,,saya bingung menguji hubungan antara keandalan dengan opini BPK tersebut seperti apa ya pak, mohon bantuannya ya pak. trims

  27. salam kenal bapak.
    saya mahasiswa yg sedang menyelesaikan skripsi.
    saya ingin bertanya tentang skala likert.
    apakah skala ini merupakan skala ordinal atau skala interval?
    saya ingin mengetahui pengaruh variabel X trhadap Y.
    terima kasih sebelumnya pak.

  28. Salam kenal Pak, sy sedang membuat proposal penelitian judulnya Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap Prestasi Pelajar Peserta Didik, dengan metode eksperimen .Desain apa, dan uji apa yang tepat? trim’s banget,dan ditunggu balasannya.

  29. salam kenal pak,saya mahasiswa pend,geografi UPI,kebetulan sdg membuat skripsi yang didalamnya mengkaji suatu pengaruh, adapun data yg harus saya gunakan adalah data interval, namun saya sdg kesulitan untuk membuat instrumen dengan data interval,hasil baca saya adalah data interval itu memilki bobot di setiap optionnya(apabila intrumen berbentuk angket dan pg), nah saya agak bingung menjabarkan itu ke dalam sebuah instrumen pak. apakah setiap pilihan jwbn selalu diberi bobot angkat yg memilki interval sama tiap piilihannya? terimakasih pak,mohon bantuannya :D

  30. Salam Kenal Pak Cahya,
    Saya saat ini sedang menyusun tesis keuangan, ada beberapa hal yang sy kurang paham pak semoga Bapak dapat membantu:
    1. Apabila jumlah data dalam group yang satu dengan yang lainnya tidak sama, apakah dapat dilakukan uji statistik t paired sample atau juga wilcoxon signed rank test pak?
    2. Teknik statistik apa yang tepat untuk digunakan pada data pooling, berskala rasio, dan hipotesis nol nya berbunyi “tidak terdapat perbedaan rata-rata return saham pada periode A dan periode B” ?

    Mohon bantuannya pak, dan saya sampaikan banyak terimakasih sebelumnya telah memberikan penjelasan di atas yang sangat bermanfaat.

  31. salam kenal pak cahya. saya irvan. mau tanya data yabg didapat dari surat kabar merupakan data primer bukan? penelitian saya mengenai tajuk rencana, untuk menentukan sikap dari media massa. trim..

  32. salam kenal… saya ingin bertanya apakah yang dimaksud data kualitatif ukuran dan data kuantitatif cacah? thanks…

  33. salam kenal… aku kls 9 aku dpt tugas praktikum dari praktikum bio dan ditanya jenis data yang disimpulkan.. aku ga ngerti maksudnya ap.. tlong dibantu. maaf klo ad salah kata..

  34. salam kenal Pak..saya mahasiswa yg sedang menyusun tugas akhir..
    saya mau tanya tentang cara perhitungan saya pak di mana saya menggunakan data dari BPS dan dari kuesioner..saya mengalami kendala perhitungannya..mohon bantuannya..Terimakasih

  35. salam kenal pak ,
    saya sedang menyusun skripsi, skripsi saya data yang saya peroleh sebenarnya hanya teori” yang ada di buku kemudian saya kumpulkan. tetapi saya ingin mengambil sampel satu tempat untuk menambah data skripsi saya, apakah data itu termasuk data primer atau data kualitatif ? dan apa perbedaan keduanya ? terimakasih pak sebelumnya

  36. salam kenal pak, kalau untuk ragam metode analisis data, yang mana saja yah? Balas

  37. Salam kenal pak ..saya Sugiyono ,Widyaiswara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan biasa membimbing peserta diklat tuk kegiatan Observasi Lapangan yang sangat berkaitan dengan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data…tulisan Bapak sangat membantu memperjelas pemahaman tentang jenis dan perbedaan data…. trims….

  38. contoh data primer dan data skunder dalam bentuk angka!

  39. assalamu’alaikum.wr.wb.
    semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk bagi kita sekalian.
    maaf pak adikasimbar, mohon izin kopi artikel.
    suwun

  40. assalamualaikum pak,,bisa berikan contoh catatan lapangan penelitian yg berbentuk observasi pada penelitian PTK..,thanks

  41. asalamualikum pa,,,salam kenal ya pa,,,pa saya sedang membuat penelitian menggunakan quarsi eksperimen 2 group pre test post test design….untuk mengolah datanya menggunakan apa ya pa,,,saya masih belum paham..terimakasih sebelum dan sesudahnya

    • Waalikumsalam,
      Salam kenal kembali.
      Untuk penelitian quasi ekpserimen dengan dua grup (pretes-postes) dapat digunakan Uji-t yaitu uji perbedaan rata-rata untuk dua kelompok sampel berpasangan.

      • Aslmualaikum wr. wb.
        Maaf numpang nimbrung pak, terus kalo jenis data pre & post nya kategori, maka uji apa yang sebaiknya digunakan pak???

  42. Pembaca yang budiman, termakasih atas apresiasi Bapak/Ibu/Sdr./Sdri. terhadap tulisan saya. Saya mohon maaf, karena ada sedikit kesibukan, saya tidak sempat membalas semua pertanyaan atau merespon comment yang disampaikan antara bulan Februari 2012 s.d. Januari 2013.

  43. malam pak… saya mau tanya apakah penelitian kualitatif bisa menggunakan data sekunder??? klo memang bisa buku apakah yang bisa saya jadikan referensi… ditunggu jawabannya, makasih

  44. assalamualaikum wr. wb. salam sejahtera selalu…
    pak mohon penjelasan dan contoh tentang data kuantitas dengan indikator 2 variabel. makasih ya pak…

  45. ok.
    cukup membantu

  46. assalamualaikum…
    saya ingin bertanya pak mengenai teknik analisis data…
    untuk menganalisis data penelitian dua variabel dengan 4-5 subvariabel pada masing-masing variabel menggunakan teknik analisis data apa ya pak? (jenis data variabel X interval dan variabel Y nominal).

    terima kasih.

  47. Ass. Pak saya mau tanya. setelah merubah data ordinal menjadi interval dengan menggunakan MSI, data yang digunakan untuk uji asumsi klasik, regresi, dan uji hipotesis data dari total skor per responden atau rata-rata per responden?
    Terima kasih.

  48. mkasih atas infonya pak

  49. Assalamualaikum saya ingin bertanya. saya sedang membuat skripsi dgn judul studi validasi semi-quantitative food frequency questionnaire (ffq) dengan food recall 24 jam terhadap asupan zat gizi makro ibu hamil. dengan hipotesis Ho : tidak ada perbedaan dalam mengestimasi asupan dan Ha : ada perbedaan dalam mengestimasi asupan. akan tetapi pembimbing saya menyuruh untuk mengubah hipotesis menjadi Ho : ada perbedaan dan Ha: tidak ada perbedaan. bisa kah demikian ? Mohon bantuannya. terima kasih

    • Waalaikumsalam wr.wb.
      Dalam penelitian kuantitatif perlu dibedakan antara hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Hipotesis penelitian adalah hipotesis (prediksi kejadian) yang dikonstruksi berdasarkan teori. Hipotesis statistik terdiri atas hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Hipotesis penelitian ditempatkan sebagai Ha dalam rumusan hipotesis statistik. Sedangkan Ho merupakan merupakan prediksi kejadian yang bertolak belakang dengan Ha. Terkait dengan penelitian mBak Dwi, jika Ho: “tidak ada perbedaan” dan Ha: “ada perbedaan”, maka kerangka teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini menunjukkan ada perbedaan. Artinya, rumusan hipotesis yang dikemukakan oleh mBak Dwi telah sesuai kaidah yang seharusnya.

  50. salam kenal pak,,
    jenis2 tes dalam penelitian apa aja pak?
    terimakasiih…

  51. Ass. Saya adlh seorang mahasiswi yang sedang mengerjakan bab 4 dengan judul ‘analisis pengaruh motivasi terhadsp kinerja karyawan’ yang ingin saya tanyakan adalah ttg tujuan dari data pengelompokkan usia, status pendidikan, dan lamanya bekerja pada skripsi itu apa? Krn saya masih tidak mengerti, terima kasih.

  52. Assalamualaikum saya ingin bertanya. saya sedang membuat skripsi dgn judul pengaruh profitabilitas dan solvabilitas terhadap audit delay. Dalam skripsi saya Y = audit delay diukur dengan hari, sedangkan X1=profitabilitas dan X2= solvabilitas diukur dengan rasio. Apakah dalam statistik Ukuran Y dan X nya jika berbeda tidak bisa dilakukan?? tolong bantuannya, terimakasih.

  53. Slm kenal pa saya mahasiswa mau menghadp tugas akhir,tapi bingun ambil data,judul analisa laporan arus kas sebagai alat ukur efektivitas kinerja keuangan.data apa. Sumber data,alat analisis.yang
    cocok dgn judul tersebut. Mohon penjelasannya terima kasih.

  54. pak saya bingung saya di beri tugas nie soal nya
    1. apa yang dimaksud dengan data kuantitatif dan kualitatif?
    masing – masing di beri contoh 5, contohnya yang jelas ya pak, gak ngerti soalnya

  55. salam knal pak saya anita sedang menyusun tugas akhir , pak sy ingin bertanya apakah uji asumsi klasik dalam regresi linier berganda wajib dilakukan? atau bisa kita tidak melakukan uji asumsi klasik pak? kr dosen pembimbing saya menyarankan utk jgn memakainya, trims.

  56. Salam kenal pak, saya mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir dan saya mengalami kendala. judul penelitian saya hubungan aktivitas komunikasi dengan persepsi. nah saya bingung untuk mengolah data saya tentang aktivitas komunikasi karena saya menghimpun datanya dalam bentuk frekuensi ( Contoh: berapa kali bapak ibu melakukan aktivitas komunikasi? JWb :tidak pernah, 1 kali, 7 kali, 9 kali) saya bingung data ini jenis data ordinal, interval, atau rasio, pak?
    karena saya menggunakan korelasi rank spearman nantinya untuk menganalisis hubungannya.
    mohon pencerahannya pak..

  57. sya mw tanya pak, sya bru pertma kalinya dpat plajaran metodologi pnelitian dan sya d kasih soal sperti ini “carilah contoh dari jenis-jenis penelitian yang ada dan jelaskan contoh tersebut.” gimana itu ya pak?
    mhon bantuannya ya pak.
    Trimakasih.

  58. pak saya semester 7 fakultas pendidikan yang sudah mulai mencicil skripsi, tapi saya masih bingung kata dosen saya ketika mengajukan judul atau tema harus disertakan alat ukur, yang ingin saya tanyakan yang dimaksud alat ukur itu sepert apa, misalnya tema saya tentang “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIRE SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ……………” alat ukurnya harus seperti apa ?mohonn bimbingannya ya pak

  59. pak saya semester 7 fakultas pendidikan yang sudah mulai mencicil skripsi, tapi saya masih bingung kata dosen saya ketika mengajukan judul atau tema harus disertakan alat ukur, yang ingin saya tanyakan yang dimaksud alat ukur itu sepert apa, misalnya tema saya tentang “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIRE SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ……………” alat ukurnya harus seperti apa ?mohonn bimbingannya ya pak

  60. salam kenal pak.
    yang saya tau selama saya belajar di kampus,data interval merupakan data yang dapat di ukur dari titik nol dan data rasio tidak dapat diukur dari titik nol.
    tapi yang saya baca di sini bahwa data rasio memiliki titik nol absolut.
    apa saya salah pengertian atau bagaimana..???
    tolong di jelaskan.
    trima kasih :)

  61. terimakasih banyak pak, saya ambil buat tugas kuliah ya :)

  62. Pak, minta tolong cantumkan sumber dong.

  63. halo pak, mav saya mau bertanya saya mahasiswa ipdn tingkat akir yang sedang menyusun skripsi,
    apakah bisa meneliti menggunakan kuantitatif tanpa penyebaran kuesioner jadi hanya menggunakan data skunder saja seperti LRA. . ?
    jika bisa apakah time series data tersebut ada batasan ?

  64. makasih banyak pak

  65. Hallo Pa..Pa ini sy ingin bertanya sdg mengisi tugas akhir merasa kebingungan dengan anaisis linier sederhana itu tahapanya apa saja y?kemudian menggunakan analisis apa saja|uji apa saja|rumus apa saja|ini judul skripsi saya mengenai “pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsume di restoran x..terima kasih ,,mohon jawabanya tolong kirim keemail sy di lines_prospero@ymail.com

  66. Pagi pak, saya tidak mengajukan pertanyaan disini, cuma mo ngucapin terima kasih sudah berbagi dan aktif menjawab pertanyaan teman2 saya. semoga bapak diberi umur panjang, mudah rezeki dan sukses selalu. amiin

    • Amin…. mudah-mudahan bermanfaat buka rekan2 semua.

  67. asalamualaikum pak,,saya saat ini lagi menyusun kti tentang pengaruh motivasi memilih masuk program kebidanan terhadap prestasi belajar mahasiswa,,kira-kira metode penelitianya yang tepat apa pak ya?mohon bantuanya

    • Waalaikumsalam wr.wb.
      Ayu, dalam hal ini bisa menggunakan penelitian korelasional. Motivasi diukur menggunakan kuesioner, sedangkan prestasi belajar diukur menggunakan tes atau menggunakan data sekunder hasil belajar. Pada tahap selanjutnya dilakukan analisis korelasi antara kedua variabel tersebut. Sebelumnya, siapkan kajian teoretik yang menjelaskan hubungan kausal antara kedua variabel tersebut.

  68. minta tolong pak krimkan tahapan-tahapan dan syarat pengembngan model pembelajaran NHT serta pengertian integrasi kuis,,,mohon bantuannya, Terrimakasih pak, mohon jawabannya dikirim lewat imel saya disni:suhasni013@gmail.com


Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.